WartaJuara.com – Pemprov Kaltim kini tengah menggodok Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dipastikan pula dokumen rencana prmbangunan ini sudah sesuai dengan visi-misi gubernur baru serta disesuaikan dengan rencana pembangunan nasional.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim, Sri Wahyuni, memastikan roadmap pembangunan ini bukan sekadar dokumen biasa. RPJMD bentuk dari aktualisasi visi-misi Gubernur Rudy Mas`ud dan Wakil Gubernur Seno Aji. Tentunya dengan melihat pula realitas kebutuhan pembangunan di Bumi Etam.
“Dokumen ini memang disesuaikan dengan visi misi gubernur dan wakil gubernur,” tegasnya.
Pemprov berupaya agar program unggulan gubernur dan wakil gubernur, Gratispol dan Jospol, bukan sekadar jargon politik semata. Dua program itu harus diterjemahkan dalam kebijakan nyata lewat draf RPJMD ini. Tetapi masih ada forum diskusi tematik lainnya yang bakal ditempuh agar konsep-konsep pembangunan daerah sesuai visi-misi kepala daerah dan wakilnya kian tajam. Semua itu harus bisa rampung sebelum musrembang digelar. Di sisi lain, RPJMD provinsi ini juga perlu disinergikan ke RPJMN di pusat hingga RPJMD di kabupaten/kota se-Kaltim.
Warga juga diberi ruang untuk memberi masukan atau aspirasi yang dibuka hingga 23 April 2025, bisa disampaikan langsung atau melalui SIPPD, sistem perencanaan online yang disediakan pemprov.
Sri menegaskan, semua masukan akan jadi pertimbangan. Dengan begitu, kebijakan yang disusun hingga implementasi teknis di perangkat daerah bisa lebih tajam dan tepat sasaran sesuai kebutuhan pembangunan. “Rancangan ini juga akan dikawal panitia khusus dari DPRD Kaltim,” katanya singkat.
Sementara itu Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan, Rusmadi, mengatakan secara keseluruhan arah pembangunan Kaltim untuk mendorong ekonomi daerah lebih berdaya saing. Serta menjadikan Kaltim sebagai pusat ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. Tantangannya, bagaimana Kaltim mampu mengoptimalkan sumber daya alam yang berlimpah. Dari migas hingga sektor non-migas. “Perlu dikembangkan ke arah hilirisasi,” ujar Rusmadi. (bct)

