WartaJuara.com – Secara tiba-tiba sekelompok masyarakat Samarinda mendaftarkan wali kota petahana, Andi Harun melalui jalur independen. Sementara yang bersangkutan masih mengupayakan agar mendapat dukungan partai politik pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang.
Pendaftaran Andi Harun sendiri terungkap saat kelompok masyarakat datang ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda pada Rabu (8/5/2024) lalu. Meminta agar dibuatkan akun silon untuk verifikasi dukungan atas nama Andi Harun dan Syaparuddin buat maju di Pilkada Samarinda. Hal ini justru membuat publik bertanya-tanya ada apa dengan dukungan partai? Apalagi Andi Harun diketahui menjadi pimpinan Partai Gerindra Kaltim.
Menanggapi hal tersebut, Andi Harun mengatakan, jika gerakan tersebut berjalan organik dan murni atas keinginan masyarakat, bukan berdasar kemauan atau perintah dirinya. Ia pun tidak mempersoalkan perihal itu, bahkan memberikan apresiasi atas inisiatif warga tersebut. “Saya tidak tahu soal itu dan selama ini hanya dengar desas-desus saja,” ujar Andi Harun pada media ini.
Ia pun siap jika diusung menjadi calon wali kota dari jalur independen. Apalagi dukungan yang digalang bahkan sudah mencapai 60 ribu dan itu disebut sudah memenuhi syarat untuk maju di Pilkada. Kendati demikian, pria yang akrab di sapa AH ini, hanya menjadikan itu sebagai opsi alternatif saja. “Saya setuju tapi sebagai salah satu opsi saja. Saya sudah dengar dari beberapa bulan lalu dan saya hargai upaya masyarakat ini,” sebutnya.
Dirinya mengaku, masih tertarik untuk bisa mendapat dukungan partai politik buat maju Pilkada Samarinda tahun ini. Bahkan sejauh ini AH juga terus berupaya membuka komunikasi ke beberapa partai terkait pengusungan dirinya. Sehingga untuk kepastian parpol mana yang akan mengusung dirinya, ia meminta menunggu hal tersebut. “Ketika ditanya jalur apa yang akan saya pilih, saya masih mengutamakan lewat jalur partai politik,” tuturnya.
Karena ia masih berupaya memakai jalur partai politik, maka urusan pasangan juga masih penuh dinamika. Lantaran semua itu masih bergantung dari komunikasi dengan partai yang bakal mengusung. Sehingga ia menyebut dirinya berpasangan dengan Syaparuddin masih belum final. “Kalau maju lewat independen mungkin bisa. Tapi kembali lagi ini hanya opsi terakhir, saya tetap berupaya lewat jalur partai. Jadi bisa berubah,” beber Andi Harun.
Mencuatnya isu dukungan jalur independen ini justru memunculkan spekulasi lain. Terjadi perpecahan pada Partai Gerindra Kaltim yang Andi Harun pimpin. Hingga akhirnya tidak mengusung dirinya pada Pilkada Kota Tepian mendatang. Tetapi hal itu ditepis Wali Kota Samarinda ini. “Sejauh ini saya masih jadi bagian Gerindra Kaltim sampai saat ini,” tegasnya.
Perihal ini juga diperkuat oleh kader Gerindra Kaltim, Ahmad Reza Pahlevi yang menyatakan sejauh ini Andi Harun masih menahkodai partai besutan Prabowo Subianto di Kaltim. Ia memastikan hingga saat ini partai berlambang kepala burung garuda itu masih tetap solid. “Kami solid dan siap mengikuti arahan ketua partai untuk menghadapi Pilkada di Kaltim,” ujar Reza.
Spekulasi dan isu yang beredar sejauh ini disebutnya tidak benar. Sejauh ini belum ada perubahan apapun terkait komposisi Partai Gerindra Kaltim. Bahkan kini kerja politik partai untuk pilkada sudah mulai berjalan. “Semoga nanti kami bisa mengantarkan kader potensial untuk menjadi kepala daerah,” pungkasnya. (bct)

