WartaJuara.com – Debat antar pasangan calon (paslon) Pilkada Kaltim masih digelar sekali lagi. Isran Noor-Hadi Mulyadi serta Rudy Mas’ud- Seno Aji memiliki kesempatan adu gagasan sekali lagi pada 22 November nanti. Hanya saja jumlah pendukung yang bisa melihat momen tersebut dipangkas.
Komisioner KPU Kaltim, Abdul Qayyim mengatakan, berkurangnya jumlah pendukung paslon yang hadir langsung, murni karena keterbatasan studio televisi yang menyiarkan debat itu. Kuota yang disediakan hanya 50 orang untuk masing-masing pasangan calon. “Jumlah yang dibawa mengecil menyesuaikan kapasitas studio stasiun televisi,” ungkap Qayyim beberapa waktu lalu.
Ia memastikan keputusan ini tidak diambil sepihak oleh KPU Kaltim. Melainkan hasil dari keputusan bersama perwakilan paslon, pihak keamanan dan juga stasiun televisi. Untuk diketahui debat pamungkas ini akan disiarkan Metro tv dengan tema yang akan dibawa terkait Ekonomi, Pendapatan Daerah, Kebudayaan, dan Lingkungan Hidup. “Lewat tema ini diharapkan bisa menjadi gambaran untuk masyarakat menentukan pilihannya dalam menggunakan hak suara di 27 November nanti,” jelas Qayyim.
Ia juga memastikan polemik di debat kedua pada 4 November lalu, terkait tata tertib debat yang mengatur perdebatan harus head-to-head antar calon gubernur atau antar calon wakil gubernur telah dihapus. Keputusan ini juga sudah disepakati dengan perwakilan paslon pada Jumat, 15 November lalu. Harapannya agar tidak ada lagi perihal yang bisa memicu kericuhan. “Debat ini untuk pasangan calon. Bukan antar calon gubernur atau wakil gubernur,” tegasnya.
Debat pamungkas ini menurutnya harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para kandidat. Lantaran dari debat ini paslon bisa mengeluarkan gagasannya untuk meyakinkan pemilih lima tahun ke depan. (bct)

