WartaJuara.com – Komisi II DPRD Samarinda angkat topi terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tepian. Varia Niaga menjadi perusahaan plat merah yang sejauh ini terhitung berhasil. Selain jarang mendapat suntikan penyertaan modal, pengembangan unit bisnis juga mengarah positif.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi mengatakan, unit bisnis terbaru Varia Niaga adalah pengembangan ternak ayam petelur. Tentunya dengan menggandeng investor serta memiliki target bisa menghasilkan sejuta telur per hari. “Jadi akan dibangun pabrik dan kandang oleh investor dan akan dikelola oleh Varia Niaga,” ujar Iswandi, Selasa (11/3/2025) sore.
Semua itu mencuat dalam rapat dengar pendapat Komisi II DPRD Samarinda dengan mitra kerja mereka. Sejauh ini sudah ada kesepakatan dengan investor, bahkan pada 2024 lalu Pemkot Samarinda sudah meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemodal. Kabarnya untuk proses operasi pabrik telur berjalan pada 2026 mendatang. “Ini kerja sama skala besar, pasti perlu waktu untuk bisa berjalan,” imbuhnya.
Tetapi ia melihat hal ini merupakan langkah besar bagi BUMD Varia Niaga. Ia bersama rekan legislatif lainnya memastikan bakal terus memonitor perkembangan rencana ini. Harapannya tentu kerja sama ini bisa menguntungkan bagi Varia Niaga, sebab ujungnya bakal menambah pemasukan PAD Samarinda pula. “Sudah ada kesepakatan dan rencananya lokasi pabrik ada di daerah Kukar,” katanya.
Politikus PDIP ini optimistis jika rencana ini bisa berjalan lancar. Pasalnya investor yang digandeng juga cukup berpengalaman di sektor pengembangan ayam petelur. Pabrik serupa juga sudah pernah di buat di berbagai daerah, salah satu yang sudah berjalan ada di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). “Memang tidak mudah, apalagi dengan target produksi yang besar. Tapi saya yakin ini bisa berjalan mulus,” tandasnya. (adv/bct)

