WartaJuara.com – Rupanya belum seluruh jalan di Samarinda mendapat penerangan. Masalah ini mendapat sorotan dari Komisi III DPRD Samarinda dan meminta agar Pemkot bisa menyiapkan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di beberapa wilayah.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar mengatakan, persoalan penerangan jalan utama di Samarinda yang belum dapat penerangan sangat mengkhawatirkan, terutama di daerah pinggiran kota. Salah satu jalur yang menjadi sorotan ada di Kelurahan Makroman, yang sebelumnya terang namun kini kembali gelap akibat banyaknya LPJU yang tidak berfungsi. “Kami coba mendorong masalah ini agar bisa diselesaikan bersama Pemkot Samarinda,” ujarnya.
Sejauh ini Komisi III sudah berkoordinasi dengan dinas terkait agar beberapa wilayah jalan bisa kembali terang secara bertahap. Ia menyebut bahwa sebelumnya telah ada kerja sama dengan pihak swasta untuk pemasangan LPJU di seluruh kota, namun hingga kini belum ada kepastian terkait realisasi program tersebut.
“Pemkot telah mengidentifikasi beberapa titik prioritas untuk pemasangan LPJU, apalagi minimnya penerangan di wilayah tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan tindak kriminal,” ujar Deni.
Usulan dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) serta Dinas Perhubungan terkait rencana pemasangan LPJU juga sudah masuk untuk dianggarkan. Namun, pembahasan anggaran untuk tahun 2026 masih belum dilakukan. Deni menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong agar anggaran untuk penerangan jalan mendapatkan prioritas agar Samarinda menjadi kota yang lebih terang dan aman.
“Kami berharap Pemkot lebih serius dalam menangani persoalan ini, terutama di wilayah rawan kecelakaan dan kriminalitas seperti Palaran, Samarinda Utara, dan Sungai Kunjang. Apalagi, saat bulan Ramadan, aktivitas masyarakat di malam hari meningkat,” tambahnya.
Deni berharap agar program penerangan jalan ini segera direalisasikan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman di malam hari. (adv/bct)

