foto Plt Kepala Dishub Kaltim, IrhamsyahWartaJuara.com – Efisiensi anggaran yang Pemprov Kaltim terapkan membuat berbagai OPD mengatur ulang rencana kerjanya. Seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim yang harus menyesuaikan anggaran pembangunan. Berbagai proyek pun terpaksa ditunda untuk bisa menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Awalnya Dishub menyiapkan rencana kerja dengan besaran anggaran dalam APBD 2025 senilai Rp 245 miliar. Tetapi rencana itu harus direvisi dan berubah menjadi Rp 197,9 miliar.
“Ada efesiensi sekitar Rp 47,6 miliar,” ucap Plt Kepala Dishub Kaltim, Irhamsyah.
Terpangkasnya anggaran tersebut hasil dari peninjauan ulang 12 item kegiatan yang disiapkan Dishub. Mulai dari revitalisasi Terminal tipe B Sungai Kunjang, Samarinda senilai Rp 37,2 miliar, pengadaan Sistem Informasi Manajemen Terminal tipe B sebesar Rp 1,3 miliar, dan kajian perencanaan teknis layanan angkutan umum massal koridor Sanga-Sanga ke Samarinda sebesar Rp 578 juta.
“Ada juga perjalanan dinas dan kajian studi kelayakan yang ditunda dulu. Yang terbesar ya revitalisasi terminal Sungai Kunjang di Samarinda,” urainya.
Untuk sejumlah kegiatan lain mengalami penyesuaian dengan visi-misi Gubernur Rudy Mas`ud dan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji. Ada tiga kegiatan yang tetap berjalan dan masuk dalam program gratispol yang diusung duet pemimpin anyar di Bumi Etam.
Tiga kegiatan itu, sambung Irham, pembangunan Bandara Ujoh Bilang, Mahakam Ulu; Pembangunan Pelabuhan Internasional; serta program revitalisasi Sungai Mahakam.
Ia menjelaskan, pembangunan Bandara Ujoh Bilang sudah dituangkan dalam rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2025-2030. “Tapi bukan dishub lagi yang tangani. Beralih ke PUPR-Pera,” katanya.
Tugas Dishub akan lebih banyak menyasar pada program revitalisasi Sungai Mahakam. Ada lima kegiatan yang akan berlanjut sepanjang 2025-2029. Rehabilitasi Dermaga Sungai Tering di Kubar senilai Rp 3,1 miliar di 2025; rehab Dermaga Sungai Melak Rp 13 miliar pada 2026; rehab dermaga Ujoh Bilang, Mahakam Ulu di 2027 dengan estimasi pembiayaan Rp 15 miliar.
Lalu, pembangunan dermaga di Kutai Kartanegara (Kukar) yang disusun dua tahap sepanjang 2028-2029 dengan estimasi biaya masing-masing sebesar Rp 10 milyar dan Rp 15 miliar.
Pada 2025 ini, Dishub akan lebih banyak bertugas dalam mengadakan rambu jalan, pagar pengaman, hingga penerangan jalan umum (PJU). Untuk rambu jalan dan pagar pengaman, Pagu anggarannya Rp 20 miliar dan menyasar pada empat kabupaten/kota. Samarinda, Kukar, Kutai Timur (Kutim), hingga Berau. (bct)

