WartaJuara.com – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkot Samarinda diharapkan bisa meraup keuntungan. Sehingga tidak terus-terusan mengandalkan penyertaan modal tiap tahunnya.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi mengatakan, sudah seharusnya BUMD bisa meraup untung agar bisa jadi tambahan pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Apalagi tujuan utama dibentuknya BUMD menjadi unit bisnis daerah, profesionalitas pengelolaan modal sudah semestinya dijalankan. Mengingat yang dikelola adalah uang daerah. “BUMD itu usaha, kalau tidak profesional dan tidak menguntungkan, buat apa,” ujar Iswandi beberapa waktu lalu.
Diketahui, Samarinda punya tiga BUMD, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kencana, Bank Perkreditan Rakyat, serta Perumda Varia Niaga. Ketiga BUMD ini, sebut Iswandi, harus bisa menghasilkan keuntungan yang dapat disetor ke daerah. Bukan tempat menampung orang-orang yang perlu jabatan.
Uang yang diberikan sebagai modal pun berasal dari hak rakyat yang mesti dipertanggungjawabkan. “Kalau BUMD enggak bisa untung, mending uangnya didepositokan di bank. Lebih jelas hasilnya,” singkat Politikus PDIP ini.
Sebelumnya, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, turut menyentil masalah ini dalam rapat paripurna. BUMD bukanlah perangkat daerah dan berorientasi bisnis. Berangkat dari hal itu, setiap BUMD harus punya strategi dalam pengembangan usaha dan tak melulu mendapat suntikan APBD.
Dia pun menyarankan BUMD yang ada harus berani mengambil opsi pinjaman bank untuk permodalan mereka. “Kalau strateginya jelas dan hitungannya untung, kenapa takut,” tukasnya. (adv/bct)

