WartaJuara.com – Pemprov Kaltim memiliki program unggulan anyar yang berasal dari visi-misi pemimpin baru. Pendidikan gratis untuk tingkat SMA sederajat dan peguruan tinggi. Program itu rencananya akan berjalan tahun ini dan dimulai sejak awal semester depan.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, memastikan program tersebut berjalan dalam waktu dekat. Bahkan ia menegaskan jika rencana pendidikan gratis ini sama sekali tidak terganggu dengan efisiensi anggaran yang diminta pemerintah pusat. Pemprov telah menjadikan rencana tersebut menjadi program prioritas. “Ada tiga program dari gratispol yang akan dijalankan tahun ini. Pendidikan dan kesehatan gratis, serta memberangkatkan pengurus masjid umrah,” ujar Seno.
Bahkan, lanjutnya, program internet gratis di pedesaan juga disiapkan meluncur tahun ini. Pemprov masih menyiapkan berbagai kebutuhan untuk penyediaan internet di wilayah pelosok Kaltim. “Kami akan lihat dulu untuk internet gratis apakah bisa ikut tahun ini atau tidak. Kalaupun tidak bisa, secepatnya akan kami realisasikan,” imbuhnya.
Terkait dengan pendidikan gratis, sejauh ini Pemprov Kaltim telah menjalin kerja sama dengan 63 kampus di Kaltim. Memastikan mahasiswa baru di semester depan akan menerima pendidikan gratis. Memang masih ada beberapa hal yang perlu pemantapan lebih detail, tetapi secara garis besar sudah siap. “Ini berlaku di perguruan tinggi negeri dan swasta di Kaltim,” ungkapnya.
Ketua Partai Gerindra Kaltim ini memastikan, pendidikan gratis yang digelontorkan dalam bentuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) di tiap kampus. Bahkan pemprov memberikan keleluasaan kepada sistem perbankan untuk mengatur metode pembayaran. Nantinya mahasiswa diminta untuk membuka rekening bank agar aliran dana masuk dan selanjutkan diteruskan ke pihak perguruan tinggi masing-masing. “Jadi tidak bisa dipakai untuk kepentingan lain. Otomatis akan terbayarke kampus sebagai UKT tiap mahasiswa,” urainya.
Program tersebut sudah dicanangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim yang kini tengah digodok. Dalam draf rancangan RPJMD itu rinci menjelaskan langkah Pemprov Kaltim memberi pendidikan gratis tingkat SMA dan Perguruan Tinggi. Serta telah masuk dalam indikasi arah kebijakan pembangunan pada misi pertama dan menjadi program prioritas.
Dalam dokumen rancangan awal RPJMD Kaltim diperkirakan kebutuhan biaya pendidikan gratis mencapai Rp 796,7 miliar. Cuan sebanyak itu untuk membiayai 184.600 siswa dan 21.000 mahasiswa. Tentu saja semuanya akan disesuaikan lagi dengan kemampuan keuangan daerah. (bct)

