WartaJuara.com – APBD Kaltim 2024 lalu ternyata ada Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp 2,59 triliun. Penyebabnya karena realisasi pendapatan yang melampaui target di tahun 2024 lalu. Cuan sebanyak itu nantinya akan digeser untuk menambah anggaran perubahan tahun ini.
Hal ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltim yang berlangsung Senin, 28 Juli 2025 sore. Agenda utamanya membahas laporan akhir Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim mengenai pertanggungjawaban APBD 2024.
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, melalui sekretariat dewan memaparkan hasil laporan tersebut. Disebutkan bahwa SILPA tahun 2024 tercatat sebesar Rp 2,59 triliun. Dimana, SILPA tersebut muncul karena ada pendapatan yang bertambah dari realisasi yang ditetapkan tahun 2024 lalu. “Realisasi awalnya Rp 22,08 triliun ternyata lebih sebanyak Rp 1,62 triliun,” ujar Hasanuddin.
Alhasil Banggar mencatat dalam laporan tersebut bahwa belanja-belanja yang menyisakan uang bukan akibat dari penghematan. Melainkan disebabkan beberapa hal, seperti kegagalan melaksanakan kegiatan, tidak matangnya perencanaan. “Selain itu ada juga persoalan teknis terkait pemenang pekerjaan tidak profesional atau wanprestasi,” paparnya.
Sebagai bentuk evaluasi, DPRD Kaltim pun meminta agar Pemprov agar memperhatikan porsi realisasi belanja operasional dengan belanja modal. Selain itu juga meminta pemerintah untuk berinovasi untuk menggali sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Entah itu melalui kerja sama dan pemanfaatan aser daerah,” tuturnya.
Terpisah Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengatakan SILPA yang terjadi akan jadi tambahan dalam APBD Perubahan tahun ini. Hal itu dikarenakan sisa anggaran ini masih bisa digunakan untuk tujuan pembangunan. “Oh iya, itu pasti masuk di perubahan ini,” ujar Seno, sesaat usai Rapat Paripurna.
Pemprov Kaltim juga kini sedang menggenjot capaian kinerja di tahun ini. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terus memantau progres serapan anggaran hingga Agustus ini. Memastikan agar arah pembangunan sesuai trek yang ditetapkan Pemprov dan SILPA yang menurun. “Laporan progres pencapaian 2025 ini terus berjalan, kami juga pastikan semuanya tetap terarah,” tandasnya. (bct)

