WartaJuara.com – Perbaikan Stadion Palaran yang dikerjakan Pemprov Kaltim sudah rampung untuk tahap pertama. Membutuhkan dana yang besar, membuat renovasi harus berjalan bertahap. Pada 2025 ini proses renovasi dipastikan akan berlanjut.
Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik mengatakan, Stadion Palaran direnovasi memakai APBD Kaltim mengingat stadion peninggalan PON 2008 itu kondisinya perlu perawatan menyeluruh. Hamya saja keterbatasan anggaran membuat pemprov mesti melakukan renovasi secara bertahap. “Tahun ini yang diperbaiki rumput lapangan yang jadi fokus perbaikan, begitu juga dengan lampu di dalam stadion,” ujar Akmal, pada Senin (10/2/2025) pagi.
Sistem drainase stadion juga diperbaiki agar saat hujan turun lapangan tidak banjir. Selanjutnya yang perlu perbaikan adalah masalah kelistrikan dan beberapa fasilitas di dalam stadion.
Nantinya, lanjut Akmal, stadion tersebut akan diserahkan pemprov pengelolaannya ke Pemkot Samarinda. Menurutnya dengan dialihkannya pengelolaan ke Pemkot Samarinda Stadion Palaran bisa lebih banyak difungsikan untuk berbagai event. Ia juga berharap stadion ini juga bisa dipakai Borneo FC sebagai home base. “Memang harus ada kolaborasi antara Pemprov dan Pemkot Samarinda. Sayang jika aset seperti ini terbengkalai,” katanya.
Gelontoran yang dipakai untuk renovasi Stadion Palaran ditahun 2024 sebesar Rp 27 miliar. Namun secara keseluruhan, renovasi stadion diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp 60 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakya (PUPR) Kaltim, Aji Firnanda mengatakan, perbaikan Stadion Palaran baru berjalan pada APBD Perubahan Kaltim. Dana sebesra Rp 27 miliar dipakai untuk perbaiki lapangan, lampu dan sistem drainase stadion. Untuk tahun berikutnya menunggu kebijakan yang baru lagi. “Intinya agar minimal stadion ini bisa dipakai kembali,” ujar Firnanda.
Kendati demikian, ia tidak bisa memastikan kucuran dana untuk renovasi lanjutan Stadion Palaran. Termasuk juga pada fokus pekerjaan yang bakal dijalankan. Mengingat perlu menunggu kebijakan selanjutnya dari Gubernur Kaltim yang baru usai Pemilihan Kepala Daerah. “Jadi memang bertahap dulu. Tapu saya tidak berani ngomong sebelum ada kebijaan dari pimpinan. Jadi kita lihat saja renovasinya fokus pada apa lagi,” tandasnya. (bct)

