WartaJuara.com – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim menegaskan jika kondisi Jembatan Mahakam masih aman. Sehingga tidak perlu dilakukan penutupan sementara pada jembatan tersebut.
Kepala BBPJN Kaltim, Hendro Satrio M.K menjelaskan, pihaknya telah me-review ulang detik–detik insiden kapal tongkang bermuatan kayu menabrak pilar jembatan mahakam pekan lalu. Ia memastikan bahwa kondisi jembatan tetap aman meskipun mengalami kerusakan minor. “Kami dari tim BBPJN Kaltim juga telah melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi memastikan kerusakan yang terjadi,” ucap Hendro.
Tayangan rekaman CCTV yang menampilkan momen kapal tongkang menabrak dua fender pelindung jembatan juga dilihat. Namun hasilnya tidak didapati kerusakan fatal yang memengaruhi kontruksi jembatan.
“Memang ada pengelupasan dan goresan pada beton bagian bawah, tapi struktur utama jembatan tidak mengalami kerusakan signifikan,” jelas Hendro lagi.
Secara rinci, ia menjelaskan struktur jembatan aman, expansion joint mengalami pergeseran kecil sekitar 0,9 cm. Kemudian lantai jembatan juga tidak terjadi beda tinggi secara vertikal, sehingga kendaraan baik R2 maupun R4 masih dapat melintas seperti biasa. “Pada intinya, kesimpulannya jembatan aman, karena memang kerusakannya minor ya. Kami dari BBPJN tidak merekomendasikan ditutup, tetapi kami minta pihak perusahaan agar mengganti fender yang telah rusak,” tegasnya.
Kemudian menegaskan, sebagai langkah perbaikan, BBPJN Kaltim akan segera melakukan pemasangan kembali lapisan fiber-reinforced polymer (FRP) yang lepas akibat insiden tabrakan pada Minggu 16 Februari 2025 lalu.
FRP sendiri berfungsi sebagai pelindung agar struktur jembatan tidak mengalami korosi akibat paparan air. Selain itu, penebalan selimut beton pada pilar jembatan juga akan dilakukan untuk meningkatkan daya tahan struktur.
“Kami juga menambah tulangan pada pilar jembatan serta menambah selimut beton agar lebih tebal. Selain itu, kami juga akan memasang tambahan stopper di atas jembatan, untuk memperkuat keamanan jembatan,” tegasnya.
PT Pelayaran Mitra 7 Samudera pemilik kapal tongkang yang menabrak jembatan Mahakam juga sudah dihubungi. Tentunya untuk dimintai pertanggungjawaban mengganti kerusakan yang terjadi. Hitungan kasar juga telah dilakukan pihak BBPJN terkait pembangunan kembali fender jembatan yang telah rusak tertabrak.
“Kami juga sampaikan ke PT Pelayaran Mitra 7 Samudera bahwa akan melakukan klaim kegiatan atas kerusakan fender (pelindung) jembatan. Perkiraan kami sekitar Rp35 miliar,” tandasnya. (bct)

