WartaJuara.com – DPRD Kaltim terus mendorong percepatan perbaikan jalan nasional yang amblas di KM 28 poros Samarinda–Balikpapan, tepatnya di Desa Batuah, Kutai Kartanegara. Koordinasi intensif dilakukan bersama Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim untuk memastikan progres di lapangan tetap berjalan.
“Target jangka pendeknya, akses bisa kembali dilalui kendaraan. Untuk jangka panjang, BBPJN sudah merancang penganggaran dan mekanisme perbaikan permanen,” kata Subandi, Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Senin, 16 Juni 2025.
Politikus PKS itu menegaskan bahwa status jalan nasional tetap dipertahankan. Komisi III, kata dia, tidak pernah membahas wacana pengalihan status karena prosesnya rumit dan bukan solusi cepat.
Soal dugaan keterlibatan aktivitas tambang dalam peristiwa longsor, Subandi menyebut masih perlu pendalaman. Meski ada indikasi ke arah perusahaan tambang, pihak perusahaan berdalih lokasi tambang cukup jauh dari titik longsor.
“Untuk memastikan informasi ini, kami akan turun langsung ke lapangan bersama Dinas ESDM,” ujar Subandi.
Sebelumnya, longsor di kawasan Batuah sempat melumpuhkan akses utama yang menghubungkan dua kota besar di Kaltim. Situasi itu memicu keluhan masyarakat dan mendesak pemerintah bertindak cepat.
Tinjauan ke lapangan hingga menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) juga sudah dijalankan Komisi III. Berbagai langkah juga telah direkomendasikan, mulai dari membentuk tim investigasi guna mencari penyebab longsor. Hingga memastikan ganti rugi rumah warga yang terdampak yang bakal dilaksanakan Pemkab Kukar. (bct)

