WartaJuara.com – Sekolah Rakyat di Samarinda dipastikan memakai SMA 16, sembari menunggu lokasi permanen. Walau bersifat sementara, Pemprov Kaltim tetap menyiapkan lokasi permanen nantinya.
Kepala SMA 16 Samarinda, Abdul Rozak, menjelaskan pihaknya telah menyiapkan fasilitas asrama. Berupa gedung dua lantai dengan total 60 kamar. Setiap kamar diperkirakan mampu menampung tiga hingga empat siswa.
“Kalau satu kamar diisi tiga orang, totalnya bisa menampung 180 siswa. Kalau empat orang per kamar, bisa sampai 240 siswa,” ujarnya saat ditemui pada Sabtu (19/7/2025) pagi.
Selain tempat tinggal, sekolah juga menyediakan fasilitas ruang belajar yang cukup luas di kawasan asrama. Bahkan, laboratorium komputer dan IPA milik SMA 16 bisa digunakan jika dibutuhkan. Hanya saja, kerja sama teknis seperti jadwal penggunaan harus diatur secara tertulis.
“Secara prinsip kami siap mendukung. Mulai fasilitas asrama, ruang kelas, lab, hingga kerja sama lintas dinas. Ini program bagus, kami ingin terlibat aktif,” paparnya.
Menurutnya, dengan luas lahan hampir 8 hektare dan dukungan sumber daya manusia yang mencukupi, SMA 16 siap menjadi bagian dari transformasi pendidikan inklusif di Kaltim.
Ia menambahkan, penempatan Sekolah Rakyat di SMA 16 masih bersifat sementara, paling tidak selama setahun ke depan. Sambil menunggu selesainya pembangunan fasilitas tetap yang tengah disiapkan oleh pemerintah.
“Sementara pembangunan di lokasi utama sedang berjalan, termasuk pembangunan lapangan olahraga, ruang kelas, hingga asrama,” urai Rozak.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dissos) Kaltim Andi Muhammad Ishak, menyebut pihaknya masih menunggu finalisasi penetapan lokasi tetap untuk program Sekolah Rakyat. Proses verifikasi dilakukan langsung oleh satuan kerja Kementerian PUPR di daerah.
“Setelah dinyatakan layak oleh Satker, baru bisa diusulkan ke Kementerian Pusat,” katanya singkat. (bct)

