WartaJuara.com – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemprov Kaltim tahun anggaran 2024 telah dibentuk. Tim tersebut juga tengah bekerja dan langsung meninjau beberapa proyek yang berjalan. Hasilnya, beberapa pekerjaan masih ditemukan kejanggalan dan pansus merasa perlu penjelasan.
Melalui metode uji petik, pansus turun ke lapangan pada Selasa (22/4/2025) lalu. Tujuannya menyesuaikan hasil laporan di atas kertas dengan kondisi faktual di lapangan. Beberapa proyek yang dinilai tak sesuai dengan LKPj adalah Jalan Ring Road dari Bayur ke Bandara APT Pranoto Samarinda. Rehabilitasi SMK 1 Muara Badak dan pembangunan SPAM Indominco di jalan poros Samarinda-Bontang.
Wakil Ketua Pansus LKPj 2024, Baharuddin Demmu, mengatakan untuk jalan ring road nilainya Rp 40,3 miliar dengan panjang tak lebih dari 3 km dan lebar sekitar 30 meter. Tapi di lapangan, pansus menemukan hanya pematangan lahan. Sehingga ia merasa perlu ada penjelasan detail dari OPD terkait.
“Apa saja yang dikerjakan? Mekanismenya seperti apa juga belum jelas. Apakah pekerjaan memang hanya badan jalan, tanpa pembatas pinggirnya. Minimal ada parit sehingga ada batas jelas,” ujar Baharuddin.
Kemudian untuk SMK 1 Muara Badak, rehabiltasi yang berjalan bisa disebut kualitasnya buruk. Mulai rusaknya pengunci pintu kamar, terkelupasnya plester dinding di ruang pertemuan, plester dinding sudah terkelupas. Hingga masih ada beberapa kerusakan di ruang kelas. “Kami merasa, nilai pekerjaan Rp 1,4 miliar tidak sesuai dengan hasil pekerjaan. Pihak sekolah boleh saja menolak kalau hasil pekerjaan tak bagus,” ungkapnya.
Persoalan lain juga masih menghantui SMK 1 Muara Badak ini. Salah satunya masalah akses jalan yang masih melewati tanah milik warga. Problem seperti ini harusnya dituntaskan terlebih dulu agar tak jadi masalah nantinya. Ia juga berharap pihak sekolah bisa cepat mengomunikasikan masalah ini dengan Dinas terkait. “Kami di Dewan juga tak tinggal diam. Bakal mengusahakan masalah ini beres sehingga anak-anak tak perlu kesusahan ke sekolah,” tuturnya.
Sementara untuk proyek SPAM Indominco, politikus PAN ini merasa masih banyak PR dari pekerjaannya. Ia menjelaskan tiga pihak yang berbagi tugas dalam proyek pengolahan air bersih tersebut. Pertama, pipa void yang rencananya dibuat 26 km, baru 40 persen selesai. Jangan sampai bangunan utama telah selesai tapi pipa belum terhubung. “Reservoir pun jadi sia-sia. Dinas PUPR harus intens komunikasi agar bisa efektif bangunan pengelola air bersih itu,” beber Baharuddin.
Bangunan turap di SPAM tersebut juga sudah ada yang rusak. Ia khawatir kalau terjadi longsor bisa berdampak ke jalan Nasional yang ada didekatnya. Apalagi lebar turap hanya 60 cm yang diragukan bisa menahan beban yang diterima.
Terkait temuan ini, Pansus akan memanggil OPD terkait, terutama Dinas PUPR-Pera Kaltim, termasuk rekanan yang mengerjakan proyek dimaksud. Pansus merasa perlu mendapat penjelasan terkait apa yang mereka temukan di lapangan. Apalagi masa kerja pansus hanya terbatas, bukan tidak mungkin hasil ini akan dilempar ke Komisi III yang membidangi infrastruktur. “Kalau memang pekerjaan itu saja, ya tak masalah. Pansus perlu kepastian. Apa saja yang rekanan kerjakan,” katanya. (bct)

