WartaJuara.com – Pilkada Samarinda diketahui hanya diikuti Andi Harun-Saefuddin Zuhri sebagai pasangan calon (paslon). Untuk menyeimbangkan situasi demokrasi, kolom kosong dihadirkan dalam pemilihan wali kota. Tetapi sejauh ini kolom kosong bukan tanpa dukungan, bahkan jumlahnya makin membesar.
Ketua Aliansi Kotak Kosong, Niko Hendro mengklaim saat ini jumlah dukungan kepada pihaknya semakin membesar. Bahkan dirinya optimistis bisa meraup suara dominan di pilkada Samarinda pada 27 November mendatang. “Sejauh ini sosialisasi yang kami lakukan sudah terlihat hasilnya,” tutur Niko Hendro, saat diwawancara pada (19/11/2024) sore.
Menurutnya, tidak seluruh pemilih di Kota Tepian setuju dengan kehadiran paslon saat ini. Ternyata jumlahnya juga cukup besar dan diyakininya hasil raupan suara bisa dominan nantinya. “Jadi sebenarnya ada yang memilih kolom kosong ini dan hasil dari sosialisasi kami sudah terlihat,” bebernya.
Niko memang tidak menjelaskan dengan detail di mana saja letak kantong suara pendukung kolom kosong. Namun ia menyebut jika sejauh ini sudah banyak kalangan yang menyatakan dukungan. Rerata dari komunitas kecil yang dihimpun terus menerus dari awal masa kampanye. “Dari anggota kami saja sudah berbagai macam. Mulai dari penjual nasi goreng, sopir angkot hingga kelompok security,” tuturnya.
Sosialisasi informal yang berjalan tiap hari di berbagai tempat dengan metode diskusi bebas jadi andalan aliansi ini. Memang ada bentuk sosialisasi dengan membentangkan spanduk, tetapi upaya itu selalu dibendung dengan aksi pencopotan. “Spanduk kami selalu hilang. Setelah dipasang, beberapa hari pasti hilang,” ungkapnya.
Kendati demikian, dirinya memastikan jika sosialisasi yang dilakukan tidak akan kendor. Bahkan sepekan sebelum hari pencoblosan ini, Niko memastikan bentuk propaganda kolom kosong akan makin dimasifkan. “Kami sudah siapkan langkah-langkahnya. Makin mendekati selesai masa kampanye kami akan gencarkan,” kata Niko.
Menurutnya, hadirnya kolom kosong ini jadi alternatif pemilih di Samarinda. Jika tidak sepakat dengan paslon yang ada maka kolom kosong bisa menjadi alternatif. Bukan justru tidak menggunakan hak suaranya saat pemilihan nanti. (bct)

