WartaJuara.com – Iran telah melancarkan gelombang serangan menuju Israel sebagai pembalasan atas serangan mematikan Israel pekan lalu terhadap kompleks kedutaan Iran di Suriah, dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh Tehran yang bisa lebih memperluas konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Dilansir dari CNN, beberapa ratus drone dan rudal diluncurkan dari Iran pada hari Sabtu. Sementara seorang perwira militer Israel mangatakan bahwa jumlahnya “lebih dari 100.”
Media negara Iran mengkonfirmasi bahwa Garda Revolusi Islam (IRGC) telah “melancarkan serangan drone yang luas terhadap target-target di wilayah-wilayah yang diduduki,” merujuk kepada Israel. Iran juga telah meluncurkan rudal-rudal ke Israel, menurut media Israel dan Iran.
Sebagai respons, puluhan jet tempur Israel kini sedang berada di udara dalam “misi pertahanan di wilayah udara Israel,” menurut seorang pejabat militer Israel, yang mengatakan bahwa pasukan Israel bertujuan untuk menangkap drone sebelum mereka mencapai langit-langit Israel.
Tim CNN di Yerusalem melaporkan mendengar ledakan dan sirene saat intersepsi terjadi pada dini hari waktu setempat.
“Kami terus melihat banyak intersepsi di langit di atas saya datang dari arah yang berbeda-beda. Sulit untuk mengatakan apa yang merupakan rudal yang datang dan apa yang merupakan intersepsi,” melaporkan Nic Robertson dari CNN.
“Saya mendengar banyak, banyak ledakan, lagi-lagi terdengar seperti intersepsi. Saya tidak mendengar suara dampak,” katanya, menambahkan bahwa timnya sudah menyaksikan puluhan intersepsi yang terjadi.
Dua pejabat AS mengatakan bahwa sistem pertahanan udara AS di Timur Tengah juga telah menangkap beberapa drone Iran, tetapi mereka tidak merinci di mana atau bagaimana. Pejabat AS sebelumnya telah memberi tahu CNN bahwa AS akan berusaha untuk menangkap setiap senjata yang diluncurkan ke Israel jika memungkinkan untuk dilakukan.
Tempat perlindungan publik telah dibuka di kota Israel utara, Haifa, dan Israel telah menutup wilayah udaranya, begitu juga Yordania, Irak, dan Lebanon yang berdekatan. Sementara itu, Komando Front Dalam Israel mengumumkan bahwa pertemuan yang melibatkan lebih dari 1.000 orang akan dilarang.
Sumber CNN International

