WartaJuara.com – Debat Publik Pilkada kedua yang digelar KPU Kaltim berjalan pada Minggu (3/11/2024) malam. Pada debat kali ini KPU melibatkan lebih banyak tim panelis dan perumus untuk menyiapkan pertanyaan untuk para kandidat. Untuk tim perumus disiapkan enam orang, sementara panelis ada tujuh orang.
Ketua KPU Kaltim, Fahmi Idris mengatakan, keenam orang tim perumus antara lain, mantan anggota KPU Kaltim, Ida Farida yang juga merupakan akademisi FTIK UINSI Samarinda, Wakil Ketua Komisi Informasi Kaltim, Muhammad Khaidir. Ada juga Dosen Psikologi UMKT, Hamka, Ketua KIPP Kaltim Mukti Ali, Akademisi Fisipol Untag, Weslay Liano Hutasoid, akademisi Fisip Unmul, Muhammad Jamal Amin, Akademisi Fakulatas Hukum Unmul, Warkhatun Najidah. Debat kedua ini mengambil tema ‘Tata Kelola pemerintahan dan pemberdayaan Masyarakat’
Sementara itu, untuk tujuh orang penelis yang terlibat antara lain, Dekan Fisipol Unmul, Finna Faroqqoniah, Anggota Komisi Informasi Pusat, I Gede Narayana, Wakil Rektor UMKT, Gozali. Kemudian ada Akademisi Fisipol Unmul, Anwar Al Idrus dan Akademisi Fakults Hukum Unmul, Herdiansyah Hamzah. Ditambah lagi Akademisi Fisipol Unpad Bandung, Jhon Fresly Hutahaean serta Akademisi UIN Jakarta, Alai Najib. “Kami memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan kegiatan ini, khususnya kepada para tim perumus tim penelis tim kemanan dari TNI Polri yang telah mendukung secara penuh pelaksaan pilkada serentak 2024,” ucapnya.
Kemudian untuk penyelenggaraan debat kali ini digelar di Jakarta, namun warga Kaltim masih bisa menikmati jalannya debat. Lantaran ditayangkan di stasiun televisi CNN Indonesia dan saluran Youtube KPU Kaltim. Fahmi Idris memastikan debat terbuka merupakan bagian dari kampanye yang di fasilitasi KPU sesuai dengan PKPU no. 13/2024.
“Dengan gelaran debat ini kami berharap warga Kaltim dapat menyaksikan untuk mengetahui visi-misi para pasangan calon untuk jadi acuan saat hari pencoblosan,” kata Fahmi.
Selain untuk menjadi acuan bagi pemilih, KPU Kaltim juga berharap debat publik ini bisa berimbas meningkatnya partisipasi masyarakat. Bahkan KPU mematok target angka partisipasi bisa melampaui target nasional sebesar 77,5 persen dalam Pilkada yang berlangsung pada 27 November mendatang. (adv/bct)

