WartaJuara.com – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kaltim terus meningkat. Hingga Juni 2025, tercatat 662 laporan, mayoritas menimpa anak dengan jumlah 454 kasus atau hampir 63 persen.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, menilai kondisi ini memprihatinkan dan menjadi tanggung jawab bersama.
“Per Juli saja, lebih dari 600 anak jadi korban. Ini bukan hanya urusan keluarga atau pemerintah, tapi tanggung jawab semua pihak,” tegasnya.
Selain kekerasan dalam rumah tangga, ia juga menyoroti maraknya perundungan di sekolah. Menurut Damayanti, solusi utama ada pada pendidikan karakter sejak dini.
“Pembentukan akhlak dimulai di rumah, lalu diperkuat di sekolah. PAUD, TK, hingga SD harus mendapat perhatian khusus,” jelas Ketua Fraksi PKB tersebut.
Komisi IV yang membidangi isu perempuan, anak, pendidikan, dan sosial berkomitmen mendorong pemerintah memperkuat fondasi akhlak generasi muda. Damayanti menegaskan keluarga tetap menjadi benteng pertama.
“Karena itu, edukasi keluarga harus diutamakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci membangun lingkungan aman bagi anak. “Jika karakter dibentuk sejak dini, generasi Kaltim ke depan bisa tumbuh beretika dan jauh dari kekerasan,” tutupnya. (bct)

