WartaJuara.com – Debat kandidat menjadi puncak masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kaltim. KPU Kaltim telah menyiapkan tiga sesi debat untuk Pemilihan Gubernur tahun ini, yang akan disiarkan langsung oleh televisi nasional.
Komisioner KPU Kaltim, Abdul Qayyim mengungkapkan, pada ketiga debat tersebut, pasangan calon (paslon) akan tampil bersama tanpa pemisahan antara calon gubernur dan wakil gubernur. “Setiap debat, paslon akan tampil berpasangan. Tidak ada sesi terpisah antara calon gubernur atau wakil gubernur,” ujar Qayyim, Senin, 14 Oktober 2024.
Debat ini merupakan bagian dari kampanye yang difasilitasi KPU sesuai dengan Peraturan KPU No. 13/2024 tentang Kampanye Pilkada Serentak 2024 dan Keputusan KPU No. 1363/2024. Aturan ini mengharuskan debat disiarkan langsung oleh televisi atau radio yang telah diverifikasi.
Tema debat akan disusun oleh tim perumus yang terdiri dari akademisi dan tokoh masyarakat, dibentuk oleh KPU Kaltim. Debat pertama akan digelar di Samarinda pada 23 Oktober 2024 dan disiarkan oleh TVRI Kaltim. Dua sesi berikutnya akan berlangsung di Jakarta, menyesuaikan dengan studio televisi nasional yang bekerja sama. Debat kedua dijadwalkan pada 3 November, sementara debat ketiga direncanakan pada 19 November, meski masih dalam koordinasi.
Pemindahan dua debat ke Jakarta bertujuan untuk menghemat biaya. Menurut Abdul Qayyim, jika debat tetap digelar di Samarinda, biaya penyiaran televisi nasional akan membengkak. Meski dikhawatirkan menurunkan antusiasme warga Kaltim, pelaksanaan debat harus tetap berjalan sesuai rencana.
KPU Kaltim akan menanggung biaya akomodasi paslon selama di Jakarta. Jumlah pendukung yang bisa hadir di studio televisi juga akan disesuaikan dengan kapasitas studio. “Jumlah pendukung akan dirapatkan kembali menyesuaikan kapasitas studio,” jelasnya.
Selain disiarkan di televisi dan radio, debat juga akan tersedia di kanal YouTube resmi KPU Kaltim. (bct)

