WartaJuara.com – Rupanya ada perbedaan dari pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dengan Pemilihan Legislatif (Pileg). Hal yang paling terlihat adalah dari penetapan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ternyata untuk pilkada jumlah TPS yang dipakai lebih sedikit daripada pileg, bahkan jumlahnya berkurang setengahnya.
Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat mengatakan, berkurangnya jumlah TPS saat pilkada merupakan hal lumrah. Alasan utamanya adalah dasar aturan yang berbeda, jika Pileg memakai UU nomor 7/2017 sebagai dasar hukumnya. Maka Pilkada mengacu pada UU nomor 10/2016 sebagai acuannya. “Dari aturan tersebut berbeda dalam mengatur jumlah pemilih pada tiap wilayah. Ini yang membuat angka TPS berbeda,” ujar Firman.
Ia menjelaskan, untuk pileg diamanatkan jumlah pemilih per TPS hanya berjumlah 300 pemilih. Sementara pada pilkada jumlah pemilih harus 600 pemilih dalam satu cakupan TPS. Alhasil saat pilkada jumlah lokasi pemungutan suara menjadi menyusut hingga mencapai setengah dari TPS saat pileg. “Jadi pemilih pada TPS saat pilkada memang lebih banyak, jadi wajar jumlahnya berkurang,” imbuhnya.
Kendati demikian, KPU Samarinda memastikan telah melakukan pemetaan terhadap lokasi TPS. Bahkan pemetaan dilakukan langsung ke tingkat RT untuk memastikan pembagian cakupan tiap TPS. Semuanya Firman pastikan sudah berjalan di seluruh penjuru Kota Samarinda. “Karena saat pilkada jadi ada beberapa RT yang terhimpun dalam satu TPS,” tuturnya.
Selain itu, dari hasil pemetaan yang dilakukan pihaknya, Firman memastikan semua pemilih bisa terakomodir. Tidak ada pemilih atau RT dalam satu TPS yang letaknya jauh dari jangkauan lokasi TPS. Ia juga optimistis jika cakupan TPS yang ada tidak merugikan pemilih. “Jadi titik TPS pasti bisa dijangkau. Tinggal menetapkan letak pasti TPS saja yang belum dilakukan saat ini,” urainya.
Dari 612.072 pemilih akan ada 1.202 TPS di Kota Tepian dan sudah dipetakan dengan baik oleh KPU Samarinda. Sejauh ini persiapan lainnya tinggal menunggu kedatangan logistik pilkada seperti kotak suara, bilik pemungutan suara dan kertas suara. “Semuanya saat ini sedang dalam proses persiapan,” tandasnya. (bct)

