WartaJuara.com – KPU Samarinda mengemban misi berat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini. Angka partisipasi masyarakat di pilkada 2020 lalu, warga Kota Tepian jadi yang paling sedikit datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di badingdaerah lain di Kaltim. Sehingga mendongkrak angka partisipasi masyarakat jadi tugas yang berat bagi KPU.
Memang KPU Samarinda tidak berpangku tangan begitu saja, berbagai upaya tengah berjalan saat ini. Seperti konsolidasi daerah yang digelar pada Minggu (13/10/2024) malam. Pihak kecamatan, kelurahan hingga rukun tetangga (RT) coba dirangkul. Agar turut mengajak warganya bisa datang ke TPS pada hari pemungutan suara nanti.
“Konsolidasi ini kami lakukan dengan harapan sosialisasi Pilkada juga turut dilakukan berbagai pihak hingga tingat terendah,” ujar Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat.
Selain itu, KPU Samarinda juga meminta keterlibatan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemilihan Setempat (PPS) untuk aktif mendukung upaya sosialisasi. Mulai dari informasi mengenai pilkada, kandidat yang ikut dalam pilkada, jadwal dan lokasi pencoblosan diharapkan juga bisa digaungkan PPK dan PPS. “Jadi kami minta bantuan para anggota di bawah kami untuk ikut menyosialisasikan,” tuturnya.
Langkah lain dari KPU Samarinda adalah meminta Rusmadi Wngso selaku pelaksana tugas wali kota juga turut terlibat. Terutama untuk memastikan kerja camat dan lurah yang diminta untuk mendengungkan sosialisasi berjalan di lapangan. Selain itu juga turut mengajak pemilih lebih bijak lam menentukan pilihannya. “Jangan sampai termakan berita tidak benar, ujaran kebencian dan hal yang menyesatkan lainnya,” paparnya.
Wajar saja muncul kekhawatiran KPU terkait minimnya partisipasi masyarakat. Mengingat dalam Pilkada Samarinda kali ini hanya diikuti satu pasangan calon saja. Sehingga bisa saja hal itu memengaruhi tingkat partisipasi masyarakat. (bct)

